Saturday, February 11, 2017

DAY 29: MY GOALS FOR THE NEXT THIRTY DAYS



Tiga puluh hari dari hari ini tandanya akan terjadi sampai 11 Maret 2017, dan untuk berbicara soal goals, mungkin aku lebih prefer kalau yang diomongin adalah plans atau dreams. Abis gimana, ya, aku mungkin kadang lebih suka membayangi proses, menentukan step by step-nya, dibanding keukeuh sama goals-nya. Bukan berarti goals-nya nggak ada. Tetap ada. Tapi nggak terlalu menaruh ekspektasi berlebih sehingga menekan diri mati-matian buat mencapai titik tersebut tanpa menikmati proses. Begitu nggak kesampaian sesuai ekspektasi, kecewa, lalu ngerasa down banget lantaran nggak begitu menikmati proses, nggak dapat hasil yang memuaskan. *pernah ngerasain soalnya, dulu. Dan setelah itu agak mengendurkan prinsip untuk jadi lebih fleksibel.* yang mudah-mudahan, ini lebih worth it.
Pertama-tama, plans yang paling pasti adalah seminggu ke depan: wisuda, di tanggal 18 Februari. Rasanya, ah… akhirnya! Di masa-masa skripsi, membayangkan pakai toga rasanya sesuatu yang kayaknya jauuuuh banget, soalnya tiap kali ngeliat draft skripsi, entah berapa kali kepikiran buat menyerah. Jatuh-bangun dunia skripsi ini termasuk yang membuat aku berpikir dengan pola prinsip di paragraf pertama tadi. Goals-nya cuma bisa sidang dan lulus, cukup. Nggak kepikiran nilai skripsi harus berapa, efek dari skripsi jadi apa, hhh boro-boro itu mah. Begitu nilai skripsi udah keluar, rasanya kayak dapat bonus yang patut disyukuri banget, apalagi wisudanya bareng banyak teman yang solid-solid. Alhamdulillah ya… sesuatu.
Ngomong-ngomong, wisuda nanti aku memutuskan buat nggak pakai kebaya. Entahlah, mungkin karena rasanya belum bisa akrab dengan sesuatu yang bernama songket. Kemarin pas kondangan, udah nyoba sih. Tapi belum pede aja gitu kalau nanti dipakai pas wisuda juga. Nanti aja kali, ya, pas lamaran. *uhuk*
Plans kedua, sejak awal Februari kemarin, aku resmi jadi volunteer di komunitas Serambi Inspirasi dan jam mainnya di tiap hari Sabtu pagi, di SD Dinamika Bantar Gebang Bekasi, sampai siang. Sabtu lalu, aku udah ke sana buat pertama kalinya dan langsung terkesan karena menyenangkan! Kalau di KI, aku ngerasa paling bungsu karena mainnya sama senior-senior, kalau di SI, rata-rata seumuran. Atau paling nggak beda 1-3 tahun di atas atau di bawah. Hari ini harusnya aku ke sana, tapi karena satu dan lain hal, terus juga sepanjang pagi ini Bekasi hujan deras terus, nggak bisa datang. Terus sekarang malah envy begitu ngelihat share-an foto-foto kegiatan hari ini.
Menyenangkannya karena… mungkin aku termasuk orang yang punya bakat main-main, ketawa-ketiwi, dibanding ngajar. Entahlah, padahal mungkin nggak ada bedanya karena toh yang disampaikan mata pelajaran juga. Tapi kalau guru mungkin lebih sesuai silabus, sementara kalau jadi volunteer, diaplikasikan ke hal-hal yang lebih playful, interesting, sambil nyanyi-nyanyi, ice breaking, terus volunteer satu kelas bisa enam orang lebih. Jadi beneran kerasa mainnya.
Fyi, yang namanya di Bantar Gebang itu literally di yayasan yang dekaaaaat banget sama pembuangan sampah. Nah, yang namanya pembuangan sampah itu bukan cuma kayak ladang terus ada sampah. Tapi udah jadi gunungan luas. Ibarat kalau kita nyewa penginapan di puncak lalu begitu buka jendela yang kelihatan gunung-gunung hijau, kalau di yayasan itu ya kelihatan gunung juga. Tapi gunung itu khusus sampah. Dan itu luas serta tingginya kayak gunung di puncak mungkin ya.
Plans ketiga adalah nge-draft lagi. Di zaman skripsi, udah gatel banget mau nge-draft, di samping waktu itu juga kayak lagi dapat inspirasi dari seseorang buat menceritakan hidupnya. Agak deg-degan sih ini, karena berkaitan dengan cerita orang lain, bukan kisah sendiri. Tapi mungkin anggap aja sebagai sesuatu yang menantang kali ya….
Plans keempat, mungkin yang ini lebih disebut sebagai dreams. Jadi, setelah kuliah ini pasti banyak banget pertanyaan mau-lanjut-di-mana sementara aku banyak banget maunya. Lanjut kuliah, ayok—padahal pas zaman skripsi, kalau disodorin ini rasanya empet banget. Karena ngebayanginnya ketemu kampus lagi, kampus lagi. Yang satu belum kelar, malah disuruh lanjut—terjun berprofesi juga, ayok. Tapi yang paling dominan di kepala sih kepenginnya aku udah berprofesi di suatu tempat nanti dengan profesi yang aku suka. Sebulan dari sekarang juga mungkin termasuk cepat kali ya, tapi nggak ada salahnya berdoa banyak-banyak.
Untuk sebulan ini, kemungkinan itu dulu yang tebersit. Padahal kalau diperpanjang sampai April, plan lanjutannya adalah; datang ke kondangan. Alamat tiap weekend kayaknya undangan pernikahan numpuk di situ semua dari sahabat-sahabat terdekat—yang bakal ngerasa jahat banget kalau sampai nggak datang. Jadi… dari sekarang mulai kepikiran dateng-pakai-baju-apa-ke-kondangan-kalau-nggak-dikasih-seragam. Girl’s problem number one banget rasanya! -_-
-AF

8 comments:

Yenita Anggraini said...

Nungguin yang nomor tiga pake banget. Kalau yang terakhir, nungguin dapet undangan kamu aja aku sih...;p

FHEA said...

aamiiin... aku ikut berdoa ah biar hasil menunggunya TanGi nggak mengecewakan. =))

Heru haeruddin said...

waaah... fea ngebut... *ini komen apaan!*

FHEA said...

elu ini ngomenin konten gue apa ngomenin kuantitas postingan gue? -_-

Ardin Makarim said...

kak boleh kenalan gaaa? aku ngefaaaans xoxo

FHEA said...

ahahaha najong ardiiiin X-))

katjamatahati said...

Tinggal 6 hari lagi, ya? Sebenernya pingin juga lihat Fia wisuda, tapi mungkin nanti aku nunggu Fia pake songket aja. :)

FHEA said...

aamiin... the power of songket ya tan =))